Hukum Salat Berjamaah dengan Saf Berjauhan karena Uzur

Hukum Salat Berjamaah dengan Saf Berjauhan karena Uzur - BECIK.ID

Sumber: kompas.com

Hukum Salat Berjamaah dengan Saf Berjauhan karena Uzur

BECIK.ID—SAAT salat berjamaah, sudah barang tentu kita dianjurkan untuk merapatkan barisan/saf. Bahkan, dalam satu riwayat, jika ada saf yang disengaja kosong, dan makmum salat malah bikin saf tersendiri, ruang kosong tersebut bisa jadi—menurut banyak kisah—akan diisi oleh setan.

Lantas, jika adanya saf kosong tersebut dan berjauhan karena suatu sebab/uzur, apa hukumnya?

Dalam Nihayah al-Zain (hlm. 121), Syekh Nawawi al-Bantani berkata:

إنْ كَانَ تَأَخُّرُهُمْ عَنْ سَدِّ الفُرْجَةِ لِعُذْرٍ كَوَقْتِ الحَرِّ بِالمَسْجِدِ الحَرَامِ لَمْ يُكْرَهْ لِعَدَمِ التَّقْصِيْرِ فَلَا تَفُوْتُهُم الفَضِيْلَةُ

“Jika mundurnya para makmum dari tidak menutupi lubangan saf karena satu uzur, seperti waktu panas di Masjid al-Haram, maka tidak makruh, karena tidak dianggap teledor, sehingga tidak membatalkan fadilah jamaah.

Jadi, merujuk pada pendapat Syekh Nawawi di atas, salat berjamaah dengan physical distancing juga tidak menghilangkan keutamaannya. (*)

Sumber: LBM MWCNU Kradenan, Grobogan dan disempurnakan oleh Redaksi BECIK.ID


Exit mobile version